Polemik Penghargaan Kolektif Kemenpar: Menpar Klaim Objektif, DPR Tagih Manfaat untuk Publik
Jakarta, Kamis 05 Februari 2026- Deretan penghargaan internasional di sektor pariwisata yang diterima Indonesia disorot DPR RI yang mempertanyakan manfaatnya bagi rakyat kecil
Dalam rapat bersama Komisi VII DPR, seperti dilansir dari Bloomberg Technoz, Menteri Pariwisata Widiyanti menegaskan bahwa penghargaan yang mereka terima bukanlah semata hasil kerja Kementerian Pariwisata (Kemenpar), namun merupakan kerja kolektif yang melibatkan banyak pihak
“Pertama-tama bahwa penghargaan ini diterima oleh sektor pariwisata, bukan Kementerian Pariwisata. Hasil kerja di balik yang diberikan ini adalah usaha dan kerja keras bersama,” ujar Widiyanti
Lebih lanjut Widiyanti mengungkap jika penghargaan-penghargaan yang telah diterima merupakan sarana promosi yang tepat dan membawa sejumlah manfaat bagi dunia pariwisata Indonesia
“Kedua, kami melihat penghargaan membawa beragam manfaat. Pengakuan internasional, kredibilitas meningkat, dan pada dasarnya setiap ulasan dianugerahi adalah promosi yang ampuh,” katanya
“Di daerah tujuan wisata, (dampak penghargaan) memberikan masukan pada usaha-usaha pariwisata, termasuk usaha mikro, kecil, menengah, bahkan usaha besar yang mempekerjakan banyak orang,” tambahnya
Menyikapi dugaan adanya transaksi dalam perolehannya, Widiyanti berkata, “Kami tegaskan bahwa semua penghargaan yang kami terima, dinilai secara objektif. Bahkan berbasis tinjauan oleh para wisatawan dan tidak berbayar!”
Dalam rapat bersama Kementerian Pariwisata yang digelar hari Rabu (4/2), Ketua Komisi VII DPR Saleh Partaonan Daulay meminta Kementerian Pariwisata untuk menjelaskan secara rinci terkait dampaknya kepada masyarakat, terutama manfaat ekonomi dan kesejahteraan
“Pertanyaan saya, apa manfaat dari penghargaan itu untuk rakyat Indonesia? Itu pertanyaannya,” ungkap Saleh
Adapun penghargaan sektor pariwisata yang diterima Indonesia termasuk Michelin Key untuk 33 hotel yang dianggap sebagai hotel dan akomodasi paling istimewa di dunia dan UN Tourism untuk desa wisata terbaik ynag diberikan kepada desa wisata Penglipuran dan Taro di Bali, serta desa Wisata osing Kemiren di Banyuwangi